AhmadHanif blog

Pendidikan dan Informatika

Latest Post

Bacalah sebentar. Mungkin dapat sesuatu dari ini.
"Saya tak takut Corona, hanya takut Allah". Kalimat ini kelihatannya benar dan menggambarkan keimanan mereka yang tinggi, tapi sebenarnya "sarat akan paham Jabariyyah" dalam kajian Aqidah. Lalu bagaimana dengan keimanan Baginda Nabi yang mengatakan "Larilah engkau dari lepra sebagaimana larinya engkau dari singa" (HR. Bukhari). Apakah mereka lebih tinggi keimanannya dari keimanan Baginda Nabi?.

"Tak mungkin Allah turunkan wabah kepada orang-orang shalih". Kalimat ini tampak seperti benar, tapi ada kerancuan. Kalau diyakini bahwa wabah hanya akan mengenai orang kafir/ahli maksiat, lalu bagaimana dengan Sahabat mulia Muadz bin Jabal yang wafat karena wabah penyakit saat itu?. Apakah keimanan beliau lebih rendah dari keimanan mereka yang mengatakan kalimat di atas?

"Tapi mesjid ini adalah rumah Allah, tak mungkin Allah turunkan wabah di rumah-Nya, maka fatwa para ulama itu keliru". Ini pun tampak manis didengar, tapi bagaimana dengan sabda Baginda: "Janganlah kalian mencampurkan antara yang sakit dengan yang sehat." (HR. al-Bukhari). Hadits ini bersifat umum, di semua tempat.

"Tapi tampaknya di wilayah kita aman-aman saja", semoga kalimat ini benar sesuai fakta. Tapi ahli virus mengatakan bahwa Corona adalah wabah dengan sifatnya yang mudah tersebar dengan inkubasi yg cukup panjang, sehingga orang yang terpapar baru akan ketahuan setelah 14 hari-an.

Fenomena kalimat- kalimat di atas merupakan bentuk bagaimana otoritas keilmuan tak lagi dihargai, baik ilmu agama maupun sains, dan ironisnya hal itu dilakukan dengan "bungkusan agama". Padahal Allah berfirman: "Tanyakanlah kepada ahli ilmu apabila engkau tak mengetahui.

Tak mungkin para ulama berfatwa tanpa pemahaman agama yang kuat. Mesir, Saudi Arabia, Kuwait, diantara negara-negara yang lebih dahulu mengeluarkan fatwa berkaitan dengan ibadah jumat selama wabah corona berlangsung. Mereka berfatwa dengan ilmu, ratusan hadits mereka hafal. Tak perlu ditanya mengenai hafalan Quran mereka, jangankan ulama, disana orang "biasa" hafal Quran bukan hal "luar biasa". Para ulama sangat paham bagaimana "himayatun nafs" yang merupakan salah satu "maqashid" syariah. Malu kita kalo bandingkan ilmu kita dengan mereka. Jangankan 30 juz, juz 30 saja mungkin kita tak hafal. Jangankan hafal ratusan hadits, hadit "innamal a'malu binniyyat ... " saja mungkin kita tak hafal. Begitu juga dengan para ulama di MUI yang tak diragukan keilmuannya

Atau masih ada yang mengatakan "kita tidak mengikuti ulama, tapi kita mengikuti Quran dan Sunnah". Kalimat ini pun sangat manis, tapi apakah para ulama itu tidak mengikuti Quran dan Sunnah?. Siapa yang lebih paham dengan Quran dan Sunnah? kita ataukah para ulama itu yang jelas sanad keilmuannya? ..

Para ulama berfatwa berlandaskan pada *pengetahuan mendalam mereka terhadap agama setelah mendengarkan ahli virus corona.* Maka *merendahkan fatwa mereka* dapat dimaknai *penegasian terhadap otoritas keilmuan agama dan sains sekaligus.*

Perlu diingat, Baginda Nabi pernah bertutur:
إذا وسد الأمر الی غیر اهله فانتظر الساعة
Jika suatu perkara diserahkan kepada bukan ahlinya, nantikanlah kebinasaan yang akan datang.

عصمنا الله و إیاکم بطاعته ..

Oleh Shohib  Khoiri

(Dosen Agama&Etika Islam ITB)

PREDIKSI KISI-KISI USBN SD TAHUN 2019


          Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) telah menetapkan Kisi-kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun Pelajaran 2018/2019 sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal ujian. Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilain Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah. Kisi-kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal USBN yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku. Kisi-kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun pelajaran 2018/2019 mengacu pada irisan Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013 (K-13). 
         Berikut ada Kisi-kisi UASBN hasil share dari teman-teman dari kota Surabaya. Mungkin dapat dijadikan acuan untuk-teman-teman yang membutuhkan. di sini

POS USBN SD/MI 2018/2019

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tinggal beberapa langkah lagi. hal ini tentu membuat para guru dan siswa segera mengencangkan ikat pinggang dan menyinsingkan lengan baju. persiapan mental dan materi segera dimatangkan. Kebanyakan sekolah segera memberikan layanan Jam tambahan belajar untuk menyiapkan siswanya demi menghadapi USBN ini. sekedar untuk sedikit membantu persiapan para guru, berikut ini ada POS USBN 2018/2019

Motivasi Diri

wisuda TK/SD 2018


“Terkadang Allah membiarkan kalian untuk merasakan kepahitan dunia supaya kalian dapat sepenuhnya menghargai manisnya iman.” (Omar Suleiman)

Pergi jauh untuk menuntut ilmu itu memang terasa berat. Namun ia tak kan selamanya. Penantian panjang itu kan berakhir. Saat ‘mengalir’ tiba. Saatnya tampil. Mengaplikasikan ilmu yang didapat. Menggapai cita-cita. Dan tak lupa, tetap bawa serta keimanan kepada Allah saat menjalani babak baru ini. 

Simak syair Imam Syafi’i berikut, 
“Berlelah-lelahlah, manisnya hidup baru terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi keruh karena diam tertahan.
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang.
Singa, jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa.
Anak panah, jika tak tinggalkan busur tak akan kena sasaran.
Bijih emas bagaikan tanah sebelum digali dari tambang.
Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa jika di dalam hutan.”

Coretan Ringan


SABAR DAN ISTIQOMAH

#Muhasabahdiri


Alkisah seekor rusa betina sedang hamil tua.
Ketika mendekati detik-detik kelahirannya, rusa ini pergi ke suatu tempat yang jauh di sisi hutan yang berdekatan dengan sungai.
Tiba-tiba sesuatu yang tidak ia bayangkan terjadi !
Terdengar suara gemuruh dari langit dan tiba-tiba tampak kilat yang menyambar kepermukaan bumi. Hutan kering ini terbakar dahsyat karena percikan api dari petir tersebut.
Ketika rusa ini menoleh ke kiri, tampak seorang pemburu telah siap melesatkan anak panah ke arahnya.
Saat menoleh ke kanan, ia pun terkejut melihat seekor singa lapar yang siap menerkamnya.
Maka tiada pilihan bagi rusa ini selain :

1. Mati dimangsa singa.
2. Mati terkena panah.
3. Mati terbakar.
4. Atau mati tenggelam karena melompat ke sungai.

Yg jelas ...
Bahaya mengancam dari berbagai penjuru dan tidak ada lagi kesempatan untuk berlari.
Lalu apa yang harus ia lakukan?
Bersedih dan merintih?
Menangis dan menjerit?
Atau ia harus berlari sementara kondisinya begitu lemah?
Atau menyerah pada keadaan?
Rusa pun pasrah. Dia hanya fokus untuk melahirkan bayinya.
Lalu apa yang terjadi?
Kilat-kilat yang menyambar mengganggu pandangan si pemburu. Akhirnya panah yang dilesatkan pun meleset dan mengenai si singa lapar. Singa malang itu mati seketika.
Tiba-tiba hujan datang begitu deras dan memadamkan kebakaran di hutan tersebut.
Pemburu lari mencari tempat berteduh dan tidak focus lg kepada rusa tsbt.
Rusa pun melahirkan dengan selamat ! 

Saudaraku....

Segala kesulitan menyerbumu dari segala arah. Masalah datang bertubi-tubi seakan tak memberimu kesempatan untuk bernafas lega.
Masalah di tempat bekerja,
masalah di dalam rumah, 
masalah di jalan, 
masalah dengan anak-anak kita semuanya datang bersamaan.
Seakan kamu tidak bisa lagi berbuat apa-apa..

Lalu apa yang harus dilakukan?
Jadilah seperti Rusa. Biarkan semuanya berjalan apa adanya.
Lakukan sesuatu yang mampu kau lakukan !
Selebihnya serahkan kepada TUHAN 
Karena Tuhan yang mengatur jalan kehidupanmu..

Saudaraku...
Sungguh Allah  menyayangi hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu pada anaknya.

DIA lah yang akan menyelesaikan semua masalahmu dan menyembuhkan luka-lukamu.

Jangan berkata, Ya Allah, aku memiliki masalah yang besar…

Tapi katakan, Hei masalah, aku memiliki Robb Yang Maha Besar```
#TetapIstiqomah...saudaraku.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget